Catatanku…

setiap orang adalah unik dan istimewa

tidak ada satu orangpun di dunia ini terlahir karena iseng atau sia-sia

pasti ada tujuan penciptaan dan kasih sayang dari Yang Kuasa di balik semua ini

be positive thinking

Varikokel adalah dilatasi abnormal dari vena pada pleksus pampiniformis akibat gangguan aliran darah balik vena spermatika interna.

PATOGENESIS
Hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti penyebab varikokel, tetapi dari pengamatan membuktikan bahwa varikokel sebelah kiri lebih sering dijumpai daripada sebelah kanan. Jika terdapat varikokel di sebelah kanan atau varikokel bilateral patut dicurigai adanya: kelainan pada rongga retroperitoneal (terdapat obstruksi vena karena tumor), muara vena spermatika kanan pada vena renails kanan, atau adanya situs inversus. Varikokel dapat menimbulkan gangguan proses spermatogenesis melalui beberapa cara, antara lain:
1. Terjadi stagnasi darah balik pada sirkulasi testis sehingga testis mengalami hipoksia karena kekurangan oksigen.
2. Refluks hasil metabolit ginjal dan adrenal (antara lain katekolamin dan prostaglandin) melalui vena spermatika interna ke testis.
3. Peningkatan suhu testis.
4. Adanya anastomosis antara pleksus pampiniformis kiri dan kanan, memungkinkan zat-zat hasil metabolit tadi dapat dialirkan dari testis kiri ke testis kanan sehingga menyebabkan gangguan spermatogenesis testis kanan dan pada akhirnya terjadi infertilitas.

GEJALA KLINIS
Keluhan yang sering muncul adalah belum mempunyai anak setelah beberapa tahun menikah, adanya benjolan di atas testis, dan nyeri pada testis.

PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berdiri, dengan memperhatikan keadaan skrotum kemudian dilakukan palpasi.
Secara klinis varikokel dibedakan dalam 3 tingkatan/derajat:
1. Derajat kecil adalah varikokel yang dapat dipalpasi setelah pasien melakukan manuver valsava
2. Derajat sedang adalah varikokel yang dapat dipalpasi tanpa melakukan manuver valsava
3. Derajat besar adalah varikokel yang sudah dapat dilihat bentuknya tanpa melakukan manuver valsava.
Untuk menilai seberapa jauh varikokel telah menyebabkan kerusakan pada tubuli seminiferi dilakukan pemeriksaan analisis semen.

TERAPI
Varikokel yang telah menimbulkan gangguan fertilitas atau gangguan spermatogenesis merupakan indikasi untuk mendapatkan suatu terapi. Tindakan yang dikerjakan adalah ligasi tinggi vena spermatika interna secara Palomo melalui operasi terbuka atau bedah laparoskopi.

EVALUASI
Pasca tindakan dilakukan evaluasi keberhasilan terapi, dengan melihat beberapa indikator antara lain berupa bertambahnya volume testis, perbaikan hasil analisis semen (yang dikerjakan setiap 3 bulan), atau pasangan itu menjadi hamil. Pada kerusakan testis yang belum parah, evaluasi pasca bedah vasoligasi tinggi dari Palomo didapatkan 80% terjadi perbaikan volume testis, 60-80% terjadi perbaikan analisis semen, dan 50% pasangan menjadi hamil.

DAFTAR PUSTAKA
1. Purnomo B B, Dasar-dasar urologi, 2nd edition, 2007, 142-145.
2. Siroky M.B, Oates R.D, Babayan R.K, hand book of Urology 3rd ed, Lippincot Williams & Wilkins, Philadelphia 2004, 404-405.
3. Walsh P.C, Retik A.B, Vaughn ED, Wein A.J, Campbell’s Urology 9th ed, Saunders Philadelphia 2004, 2115-2122.

Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis, yang dalam keadaan normal cairan ini berada dalam keseimbangan antara produksi dan resorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya.

PATOFISIOLOGI/ETIOLOGI
Hidrokel pada bayi baru lahir dapat disebabkan oleh belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis dan belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan resorbsi cairan hidrokel.
Hidrokel pada orang dewasa dapat terjadi secara idiopatik(primer) dan sekunder. Penyebab sekunder terjadi karena kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau resorbsi cairan di kantong hidrokel.

GEJALA KLINIS
1. Pasien mengeluh adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak nyeri.
2. Pada hidrokel testis dan hidrokel funikulus besarnya benjolan dikantong skrotum tidak berubah sepanjang hari, sedangkan pada hidrokel komunikan besarnya dapat berubah-ubah yaitu bertambah besar pada saat anak menangis.

PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
1. Tampak benjolan di skrotum dengan konsistensi kistus dan pada penerawangan menunjukkan adanya transiluminasi.
2. Menurut letak kantong hidrokel terhadap testis, hidrokel dapat dibedakan menjadi:
a. hidrokel testis bila kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tidak dapat diraba
b. hidrokel funikulus bila kantong hidrokel berada di kranial dari testis dan hidrokel komunikan bila terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum (pada palpasi kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat dimasukkan ke dalam rongga abdomen).

DIAGNOSIS BANDING:
1. Tumor testis
2. Edema skrotum

PENATALAKSANAAN
Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup, hidrokel akan sembuh sendiri, tetapi jika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar maka perlu untuk dilakukan koreksi.
Pada hidrokel kongenital dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali disertai hernia inguinalis sehingga pada saat koreksi sekaligus melakukan herniorafi.
Pada hidrokel testis dewasa dilakukan pendekatan skrotal dengan melakukan eksisi dan marsupialisasi, sedang pada hidrokel funikuli dilakukan ekstirpasi hidrokel secara intoto.

KOMPLIKASI
Jika dibiarkan, hidrokel yang cukup besar mudah mengalami trauma dan hidrokel permagna bisa menekan pembuluh darah yang menuju ke testis sehingga menimbulkan atrofi testis.

DAFTAR PUSTAKA
1. Macferlane NIT, Urology 3rd ed., Lippincott William & Wilkins, Philadelphia 2001.
2. Siroky M.B., Edelsteia R.A., Krane R.J., Manual of Urology 2nd ed., Lippincott Williams & Wilkins, Philadelphia 1999.
3. Tanagho E.A., Mc Annich J.W., Smith’s General Urology 16th ed., Mc Graw Hill 2004
4. Walsh P.C., Retik A.B., Vaughan E.D., Wein A.J., Campbell’s Urology 8th ed., WB Saunders, Philadephia 2002

Posisi Tubuh:

Posisi anatomi (berdiri): Pada posisi ini tubuh lurus dalam posisi berdiri dengan mata juga memandang lurus. Telapak tangan menggantung pada sisi-sisi tubuh dan menghadap ke depan. Telapak kaki juga menunjuk ke depan dan tungkai kaki lurus sempurna. Posisi anatomi sangat penting karena hubungan semua struktur digambarkan dengan asumsi berada pada posisi anatomi.

Posisi supine (terlentang): Pada posisi ini tubuh berbaring dengan wajah menghadap ke atas. Semua posisi lainnya mirip dengan posisi anatomi dengan perbedaan hanya berada di bidang horisontal daripada bidang vertikal.

Posisi prone (tengkurap): Pada posisi ini, punggung menghadap ke atas. Tubuh terletak pada bidang horisontal dengan wajah menghadap ke bawah.

Posisi litotomi: Pada posisi ini tubuh berbaring terlentang, paha diangkat vertikal dan betis lurus horizontal. Tangan biasanya dibentangkan seperti sayap. Kaki diikat dalam posisinya untuk mendukung lutut dan pinggul yang tertekuk. Ini adalah posisi pada banyak prosedur kebidanan.

Bidang Tubuh:

Bidang frontal/koronal: bidang vertikal yang tegak lurus dengan bidang median. Bidang ini terbentuk dari garis yang menghubungkan satu telinga ke telinga yang lain dari atas kepala dan kemudian membagi seluruh tubuh di sepanjang garis itu.

Bidang median/mid-sagital: bidang yang membagi tubuh menjadi bagian yang sama kanan dan kiri.

Bidang sagital/paramedian: bidang yang sejajar dengan bidang median, tetapi membagi tubuh menjadi bagian kanan dan kiri yang tidak sama.

Bidang transversal: bidang horisontal tubuh, tegak lurus dengan bidang frontal dan median.

Bidang obliqua: bidang selain yang dijelaskan di atas.

Hubungan:

Anterior berarti ke arah depan.

Posterior berarti menuju belakang.

Superior berarti ke arah kepala.

Inferior berarti menuju kaki.

Medial/medialis berarti menuju bidang median (medekati bagian tengah tubuh).

Lateral/lateralis berarti menjauh dari bidang median (menjauh dari tengah tubuh).

Anggota Badan:

Proksimal berarti dekat badan

Distal berarti jauh dari badan

Preaksial menunjukkan sisi radial atau tibial pada anggota badan.

Postaksial menunjukkan sisi ulna atau fibular pada anggota badan.

Fleksor berarti permukaan anterior anggota badan atas dan permukaan posterior anggota badan bawah.

Ekstensor berarti permukaan posterior anggota badan atas dan permukaan anterior anggota badan bawah.

Bagian Otot:

Origio (origin): ujung otot yang relatif tetap dari selama gerakan alami.

Insersio (insertion): ujung otot yang relatif mobil selama gerakan alami.

Belly: bagian tengah berdaging dari otot, yang bersifat insersio.

Tendon: bagian berserat dan non-kontraksi dari otot, yang bersifat origio.

Aponeurosis: tendon rata yang timbul dari jaringan ikat di sekitar otot.

Gerakan:

Fleksi: gerakan yang membentuk atau mengurangi sudut sendi.

Ekstensi: gerakan yang memperlebar sudut sendi.

Aduksi: gerakan menuju batang tubuh

Abduksi: gerakan menjauh dari batang tubuh

Rotasi: memutar pada sumbu panjang tubuh

Rotasi medial: rotasi ke sisi medial tubuh

Rotasi lateral: rotasi ke sisi lateral tubuh

Sirkumdiksi: kombinasi fleksi-abduksi-ekstensi-aduksi

Pronasi: gerakan lengan bawah di mana telapak tangan menghadap belakang.

Supinasi: gerakan lengan bawah d imana telapak tangan menghadap depan

Protaksi: gerakan menuju ke depan

Retraksi: gerakan menarik ke belakang

Radial: gerakan ke arah os radius

Ulnar: gerakan ke arah os ulna

Tibial: gerakan ke arah os tibia

Femoral: gerakan ke arah os femoris

Frontal: gerakan ke arah os frontale

Oksipital: gerakan ke arah os oksipitale, dll.

Bagian Struktur

Kaput: kepala

Korpus: badan

Kauda: ekor

Kolumna: leher

Pedunkula: tangkai

Bentuk Struktur

Fasia, fasialis: permukaan, muka

Fovea: lekukan dangkal, lesung

Fascia: lembaran

Foramen: lubang

Sulkus: lekukan

Kanalis: saluran, pipa

Kavum, kaverna:  rongga besar

Kavernosus: berongga-rongga

Kondilus: benjolan

Spina: berduri, berujung tajam

Krista: berbentuk seperti sisir

Sinus: rongga kecil

Prosesus: seperti ujung pedang

Fisura: robekan, celah

Insisura: irisan

Warna Struktur

Alba: putih

Nigra: hitam, gelap

Rubra: merah

Grisea: abu-abu

Lutea, flava: kuning

Kloros: hijau

Hemoroid adalah kumpulan dari pelebaran satu segmen atau lebih vena hemoroidalis di daerah anorektal. Dalam bahasa awam sering disebut sebagai ambeien atau wasir.  Kelainan ini yang berbentuk seperti varises yang sering didapat pada ekstremitas, pada pleksus pampiniformis (varikokel) dan pada pleksus oesofageus (varises esofagus). Perdarahan yang berasal dari pleksus venosus rektalis atau hemoroidalis ini adalah salah satu dari penyebab perdarahan di daerah anal. Bila penyakit ini dan komplikasinya tidak dapat diatasi dengan cara medik, maka sebaiknya dianjurkan untuk tindakan yang lebih tuntas. Walaupun penyakit ini termasuk dalam golongan penyakit yang enteng, tidak jarang kita melihat akibat penyakit ini penderita dirawat dengan anemi berat, hingga kadar hemoglobin menurun sampai 4%.

Faktor risiko
Keturunan: dinding pembuluh darah yang lemah dan tipis
Anatomik: vena daerah anorektal tidak mempunyai katup dan pleksus hemorrhoidalis kurang mendapat sokongan otot dan fasi sekitarnya
Pekerjaan: orang yang harus berdiri atau duduk lama, atau harus mengangkat barang berat, mempunyai predisposisi untuk hemoroid
Umur: pada umur tua timbul degenerasi dari seluruh jaringan tubuh, juga otot sfingter menjadi tipis dan atonis
Endokrin: misalnya pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstremitas dan anus (sekresi hormon relaksin)
Mekanis: semua keadaan yang mengakibatkan timbulnya tekanan yang meninggi dalam rongga perut, misalnya penderita hipertrofi prostat
Fisiologis: bendungan pada peredaran darah portal, misalnya pada penderita dekompensasio kordis atau sirosis hepatis
Radang: adalah faktor penting, yang menyebabkan vitalitas jaringan di daerah itu berkurang

Menurut asalnya, hemoroid dibagi dalam:
Hemoroid eksternus, hemoroid internus, hemoroid campuran dan dapat dibagi lagi menurut keadaan patologis dan klinisnya, misalnya meradang, trombosis atau terjepit

untuk mencegah hemoroid dan tips mengatasi hemoroid, di sini ada beberapa cara yang dapat dicoba (sumber diambil dari http://dokter-sugiri.blogspot.com) antara lain:

1. Terapi Air

Air dapat memberikan rasa nyaman pada hemoroid (wasir) yang sedang meradang, yang sering disertai rasa sakit dan gatal. Untuk meredakan rasa sakit pada hemoroid (wasir) Anda dapat melalukan kompres dingin pada daerah dubur, atau merendam daerah dubur dengan air hangat selama 10 menit beberapa kali sehari.

Anda juga bisa mencoba mengusap lembut area dubur yang sedang radang (wasir) dengan handuk lembab/basah. Ingat jangan mengusap area dubur dengan kertas toilet karena akan menyebabkan rasa sakit bertambah.

2. Mencoba Obat Untuk Hemoroid

Anda bisa mencoba memakai atau mengkonsumsi beberapa obat bebas (yang bisa dibeli tanpa resep dokter). Berbagai bentuk obat hemoroid tersedia dipasaran seperti tablet, krim, gel, dan supositoria. Obat -obat pereda nyeri (analgesik) seperti parasetamol atau ibuprofen juga bisa diminum untuk mengurangi nyeri pada wasir.

3. Konsumsi Lebih Banyak Serat

Konsumsi serat yang cukup membantu Anda untuk terhindar dari sembelit sehingga buang air besar menjadi lebih mudah dan bisa mencegah hemoroid Anda kambuh.Diet tinggi serat juga mengurangi rasa sakit wasir dengan membuat tinja menjadi lebih lunak dan lebih mudah untuk dikeluarkan. Direkomendasikan untuk mengkonsumsi 25 g / hari untuk wanita dan 38 g / hari untuk pria (Sumber: ADA). Beberapa makanan serat tinggi yang bisa Anda pilih adalah buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, bekatul, dan sereal atau roti dari gandum utuh. Konsumsi serat yang cukup juga memberikan keuntungan lain bagi kesehatan, yaitu menurunkan risiko penyakit kanker usus besar, penyakit jantung, dan obesitas.

Jika Anda susah memenuhi kebutuhan serat Anda dari buah dan sayuran, Anda bisa mengkonsumsi beberapa produk yang mengandung serat. Beberapa produk serat yang bisa Anda pilih adalah psyllium (Konsyl; Metamucil), metilselulosa (Citrucel), kalsium polycarbophil (FiberCon), dan gandum dekstrin (Benefiber).

4. Minum Cukup Air

Air adalah faktor yang sangat penting agar tinja lunak yang pada akhirnya bisa mengurangi rasa sakit dari hemoroid/wasir. Minum cukup air juga dapat membantu mencegah wasir. Untuk memenuhi kebutuhan air, Anda harus minum sedikitnya delapan gelas air sehari, tentunya jumlah air yang dinimum harus disesuaikan dengan cuaca dan tingkat aktivitas Anda. Anda juga sebaiknya membatasi konsumsi alkohol dan kafein, karena kedua minuman tersebut akan meningkatkan pembuangan air dari tubuh dan akan menyebabkan tinja menjadi keras.

5.  Latihan Fisik (Aktivitas)

Aktivitas /latihan fisik sangat penting dalam mencegah dan mengobati hemoroid/wasir. Jika pekerjaan Anda mengharuskan Anda duduk selama berjam-jam maka usahakanlah untuk bangkit dari tempat duduk Anda setiap jam dan lakukan aktifitas berjalan (bergerak)beberapa menit. Beberapa aktivitas juga harus Anda hindari, yaitu duduk untuk waktu yang lama di toilet, angkat berat, dan hubungan seks anal, yang semuanya dapat meningkatkan risiko wasir dan memperburuk gejala wasir.

6. Buang air besar disaat yang tepat

Pagi hari adalah waktu yang sibuk bagi banyak keluarga, dan Anda mungkin terkadang menunda buang air besar disaat Anda sudah merasa ingin buang air besar. Ketahuilah bahwa jika Anda sering menunda buang air besar akan memicu sembelit/konstipasi dan hal tersebut akan memicu atau memperparah wasir/hemoroid. Jadi pergilah ke toilet ketika Anda sudah merasakan akan buang air besar.

7. Langkah khusus saat hamil dan melahirkan

Wasir banyak dialami oleh wanita selama kehamilan dan setelah melahirkan. Anda harus melakukan konsultasi dengan dokter terhadap kemungkinan penyakit wasir Anda akan mejadi lebih parah selama hamil dan setelah melahirkan. Demi keamanan bayi Anda, maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika ingin memakai atau mengkonsumsi obat untuk wasir. Satu langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mencegah memburuknya wasir selama kehamilan adalah berbaring pada sisi kiri Anda saat beristirahat atau tidur untuk membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan pembengkakan vena dan wasir.

eric clapton

would you know my name (akankah kau tahu namaku)

if i saw you in heaven (saat aku melihatmu di surga)

will it be the same (itu akan sama)

if i saw you in heaven (saat aku melihatmu di surga)

i must be strong, and carry on (aku harus kuat dan berusaha)

cause i know i don’t belong (karena aku tahu aku tidak termasuk)

here in heaven (di sini di surga)

would you hold my hand (akankah kau pegang tanganku)

if i saw you in heaven (saat aku melihatmu di surga)

would you help me stand (akankah kamu membantuku berdiri)

if i saw you in heaven (saat aku melihatmu di surga)

i’ll find my way, though night and day (aku akan menemukan jalanku, meski siang dan malam)

cause i know i just can’t stay (karena aku tahu aku tidak bisa tinggal)

here in heaven (di sini di surga)

time can bring you down (waktu dapat membawamu ke bawah)

time can bend your knee (waktu dapat menekuk lututmu)

time can break your heart (waktu dapat mematahkan hatimu)

have you begging please (silakan kamu memohon)

begging please (silakan kamu memohon)

beyond the door (di luar pintu)

there’s peace i’m sure (aku yakin ada kedamaian)

and i know there’ll be no more (dan aku tahu tidak akan ada lagi)

tears in heaven (air mata di surga)

Varisela merupakan penyakit kulit dengan kelainan berbentuk vesikula yang tersebar, terutama menyerang anak-anak, bersifat mudah menular yang disebabkan oleh virus Varisela-Zoster

Gejala Klinis: masa inkubasi 10-20 hari, pada anak-anak gejala prodromal adalah ringan, terdiri dari malese, nyeri kepala dan sumer-sumer yang timbul sebelum erupsi keluar; pada orang dewasa gejala prodromal lebih berat dan lebih lama , panas badan sesuai dengan luasnya lesi bahkan kadang-kadang mencapai 40-41 derajat celsius selama 4-5 hari. pada beberapa penderita sering juga disertai dengan rasa gatal.
Setelah stadium prodromal timbul banyak makula/papula cepat berubah menjadi vesikula. selama beberapa hari akan timbul vesikula baru sehingga umur lesi tidak sama. kulit sekitar lesi berwarna kemerahan. pada anamnesis ada kontak dengan penderita varisela atau herpes zoster.

Arsip

Kategori

Agustus 2017
S S R K J S M
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog yang Saya Ikuti

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 86,782 hits
phee88.wordpress.com/

Semoga Hidupku, Langkah Kakiku Selalu Bermanfaat dan Berguna Bagi Sesama dan Mendapat Ridho-Nya